By Unknown On 2:49 AM | Categorized As | With 0 comments
Aku kutip dari tribunlampung - Untuk memberikan pelayanan menghadapi Lebaran, Pemkot Bandar Lampung akan melakukan pembenahan fasilitas publik di Terminal Rajabasa.
Pembenahan fasilitas di antaranya perbaikan fasilitas infrastruktur jalan, instalasi listrik, air, penerangan, penataan pedagang, hingga pengadaan kursi tunggu bagi para pengunjung yang singgah di terminal. Diproyeksi pertengahan bulan Juli, pembenahan sudah bisa ditinjau kembali.

Jadi, kenyamanan so pasti meningkatkan. tidak perlu kwatir, selain fasilitas keamanan akan selalu terasa disini.
By Unknown On 7:53 AM | Categorized As , | With 0 comments
Pantun. Kata tersebut pastinya sudah tidak asing kita dengar. Susunan huruf bersajak nan berima itu merupakan salah satu karya sastra lama selain puisi, gurindam, dan karya sastra lama lainnya. Berbalas pantun mungkin memang sudah jarang dilakukan. Kebanyakan kita temui dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan pada saat menyentuh bahasan tentang sastra. Namun, kegiatan berbalas pantun itu ternyata masih di lakukan oleh ulun Lampung. Pantun lampung antara lain: stimbalan/alasbas, kembang kacang, pal, ugan limo, sateu kruis, mul, hawayan, karuccung pandan, sagata, dan sebagainya.

pantun lampung

Budaya berbalas pantun, sering kali di gunakan oleh ulun lampung. Dalam upacara adat misalnya, seorang petakun atau pengantar sambutan memulai suatu acara musyawarah (biasa di sebut merwatin) dengan pantun. Budaya tersebut juga dapat di temui dalam suatu acara pernikahan. Biasanya, kedua mempelai mendapat petuah melalui untaian sajak dari pantun tersebut. Bahkan, mulei meghanai pun menggunakan pantun sebagai sarana ekspresi perasaan mereka.

ini sebagian contoh pantunnya : 

Pantun Tiram
Mati luwak dang liyoh – in ku tanomi pari
Mati luwak dang jaoh – ku andan dibi pagi
Jumat adu liwat – sabtu makkung taliyu
sembahyang salah niat – mani ngingokkon niku
Jerambah ni way jambu – ampai ragu kapelok
Tiram ku jama niku – sang karung payah ngikok
Way kunjer tanno banjer – mak dacok mandi lagi
Rang laya mu bupiker – mak niku sapa lagi
Maramek di Kenali – Tayuhan batu brak
Maramek rasa mangi – mani niku mak ku liyak

Pantun Bughasan
kawai handak kancing pak – kawai halom kancing enom
sai handak nyak mak mirak – sai halom rang ku karom
Kipas mas kipas pulas – kipas bulung tembaku
Seratus lima belas – ancai sai sapi niku
Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja

Pantun Gurau
Way ranau genau-genau – mak dacok mandi lagi
api kemak ni layau – bebai tuha lebon sugi
Jak ipa niku kuya – jak pedom lungkop-lungkop
badan mak rasa buya – ngahayak kebayan sikop
Mena do cakak jan – nyak duri di duara
mena do niku bu lamban – nyak duri dang di hahanja
Masjid Tanjung Jati – Karendo awan-awan
Hara senang ni hati – Udo ratong kabayan

Pantun Sarih
Kerikil batu kudo – ranglaya mit di banton
Ku kekai badan ku kudo – mari cawa ku temon
Busumpah di madinah – bu janji di Pusagi
Terai payan rawang rah – ku sansat ku layani

Pantun Penutup
Pelepai be’tek sapai – di hamara tambuleh
Kicek lalang taru pai – jemoh ti sambung muneh

kalau artinya aku juga nggak bisa mengartikan, soalnya bukan orang lampung asli. aku cuma lahir disana. hehe

By Unknown On 5:44 PM | Categorized As , , | With 0 comments
Di Lampung sendiri kita bisa menemukan berbagai macam kain tapis, antara lain tapis pepadun, tapis peminggir, tapis liwa, tapis abung, dan lain-lain. Setiap jenis kain tapis tersebut memiliki motif yang berbeda-beda. Misalnya, kalau kain tapis yang berasal dari daerah pesisir, seperti tapis liwa memiliki motif yang cenderung lebih luwes dengan menonjolkan motif flora. Sedangkan kain tapis pepadun dan tapis abung memiliki motif yang lebih primitif dan cenderung lebih kaku.

Untuk mencari kain tapis anda Bisa mendapatkannya di Pasar Bambu Kuning. Di sini kita bisa menemukan banyak jenis kain tapis dengan motifnya yang beragam. Bahkan bagi yang ingin mencari suvenir, kita bisa mendapatkan tapis dalam bentuk selendang kecil ataupun hiasan dinding. 

Beberapa daerah di Sumatera memang memiliki kain tradisional yang hampir mirip satu sama lain. Lampung memiliki kain tradisional kebanggaan berupa kain tapis dengan benang-benang emasnya. Kita coba menengok sedikit ke daerah Palembang, mereka mempunyai kaintradisional berupa kain songket. Kemudian kalau kita bergerak ke arah barat menuju Medan, di sana juga terdapat kain ulos khas Batak. Kalau kita perhatikan, perbedaan dari kain-kain tersebut terletak pada teksturnya. Kain ulos memiliki tekstur yang paling halus di antara ketiganya. Kemudian kain songket memiliki tekstur yang lebih kasar dan kain tapis memiliki tekstur yang paling kasar.

Kain tapis dulunya digunakan dalam upacara-upacara adat di lingkungan kerajaan. Setiap keluarga kerajaan memiliki tapis dengan motifnya tersendiri. Salah satu motif yang cukup terkenal adalah bintang perak. Bintang perak ini merupakan motif yang dipakai oleh para gadis untuk acara begawi (pernikahan). Dengan demikian, konsep strata dalam masyarakat Lampung pada jaman dulu dapat dilihat dari motif kain tapisnya.

Dengan berkembangnya zaman, kini kain tapis tak lagi digunakan oleh keluarga kerajaan saja melainkan telah digunakan oleh masyarakat Lampung secara umum. Hal ini juga memicu tumbuhnya sentra-sentra produksi kain tapis di berbagai desa di wilayah Lampung. Salah satu yang terkenal adalah Desa Sumberejo, Kecamatan Gunung Batu. Di sana kita bisa menemukan banyak penduduk setempat yang membuat kain tapis di rumahnya.

Umumnya satu kain tapis yang berukuran serimbit, ukuran kain sarung untuk bawahan yang biasa digunakan oleh ibu-ibu, dapat dihasilkan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Lama pembuatannya disesuaikan dengan kerumitan motifnya. Harga kain tapis ini pun bermacam-macam, mulai dari seratus ribu rupiah. Seiring berkembangnya teknologi, kini penduduk setempat ada juga yang mulai menghasilkan kain tapis bordir yang harganya jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan tapis yang dijahit dengan menggunakan tangan.
By Unknown On 5:04 AM | Categorized As , , | With 7 comments
Selain makanan, tempat wisata, lampung juga memiliki ciri khas lain. Kawoz Demon (KD), T-shirt khas Lampung diharapkan mampu menyaingi merek-merek kaos oblong terkenal lainnya seperti C59 di Bandung, Dagadu di Jogjakarta, serta Joger di Bali. Di daerah lain, juga ada kaos oblong yang identik dengan daerah itu, meski tak setenar tiga merek di atas. Seperti Cak Cuk Suroboyo dari Surabaya, Nyenyes dari Palembang, serta Begenjoh dari Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kawoz Demon berasal dari bahasa Lampung yang berarti Kaus Cinta. Kawoz Demon Lampung mempunyai empat desain awal dan sebuah desain khusus. Empat desain awal tersebut, yakni Nuwo Ghacak, Sudut Kota, Mr. Liman, dan Menara Siger. Untuk saat ini, gambar di kaus oblong KD memilih tema sudut-sudut kota di Lampung.


By Unknown On 4:46 AM | Categorized As , , | With 0 comments
'Kaos Helau' adalah kaos khas Lampung dan hanya didapat dan ditemukan di Lampung dan merupakan kaos etnik yang khusus dan diperuntukkan bagi manusia manusia istimewa penggemar kaos berkarakter. 

Lebih jauh lagi "Kaos Helau" adalah kaos yang berusaha memindahkan budaya, karakteristik dan peradaban Ulun Lampung dan memanifestasikannya dalam sebentuk kaos, sebagai wujud apresiasi kami pada Kebudayaan Lampung sebagai bagian dari Peradaban Nusantara.

Demikianlah untuk lebih jelas dan lebih afdolnya tentu saja anda dan kita semua harus memesan, membeli dan memiliki kaos berkarakter dan keren yang nikmat dan bergizi tinggi dan hanya diperuntukkan bagi anda ini.

By Unknown On 7:19 AM | Categorized As , | With 0 comments
Mencari oleh-oleh khas Lampung tidaklah sulit di Kota Bandar Lampung. Sebagai destinasi wisata yang kini sedang berkembang pesat, sepertinya warga Lampung menangkap peluang ini. Sulitnya menemukan tempat penjualan buah tangan sepertinya tidak kita temui bila melancong ke Lampung, khususnya Bandar Lampung sebagai ibukota propinsi. 

Sebagai informasi Lampung sangat terkenal dengan produk olahan Pisang dan Ikan. Ragam dan jenisnya begitu banyak. Toko buah tangan di Kota Bandar Lampung umumnya tersebar di pusat kota, umumnya terletak di sekitar daerah Pasar Bambu Kuning, Way Halim, atau byPass. Toko yang sangat terkenal dan biasanya menjadi rujukan untuk para pelancong.

Oleh-oleh yang terkenal antara lain adalah:
  • Keripik Pisang beraneka rasa (Coklat, Mocca, Susu, Strawbery, keju, Manis karamel, Melon, dan natural) harganya sekitar Rp 8ribu/9 Ribu untuk kemasan kantung kertas bewarna coklat atau 17ribuan untuk kemasan kotak;
  • Kerupuk Kemplang merek Ango yang tersohor (karena lebih terasa ikannya dengan sambal yang lezat) dihargai Rp. 4500 untuk untuk kemasan bungkus kecil;
  • Aneka macam produk olahan pisang (pisang oven yang enak, sale pisang basah, dan sale pisang kering yang crispy);
  • Aneka keripik (nangka dan nanas kudu dicoba seharga belasan ribu);
  • Aneka kerupuk dari bahan ikan Tenggiri mulai dari 10 rb atau Belida seharga 20 rb perbungkus;
  • Keripik ikan siap santap (rasa pedas-manis) seharga 10rb;
  • Keripik cumi dan udang seharga 20ribuan;
  • Belacan/terasi;
  • Aneka Kopi Lampung (dari harga 9ribuan hingga diatas 100rb untuk sekantung Kopi Luwak yang fenomenal);
  • Yang paling terkenal adalah produk sambalnya yakni Sambal Lampung dan Sambal Terasi Udang seharga belasan ribu yang pedas asli.
Bagi yang meragukan rasa dari oleh oleh yang akan dibeli, disediakan tester (jika tidak ada, bisa ditanyakan). Selain itu banyak toko-toko buah tangan khususnya makanan khas Lampung yang berada dipasar bambu kuning yang juga lengkap dan enak yang bisa menjadi alternatif rujukan bagi pelancong.

Sumbernya : arah kompas
By Unknown On 8:43 PM | Categorized As , , , , | With 2 comments
Liwa, Lampung - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tengah mengembangkan program desa wisata, yaitu wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Desa Lombok (baca Lumbok) di tepi Danau Ranau merupakan salah satu percontohan program ini. 

Rumah-rumah warga yang dipilih berupa rumah panggung yang menjadi ciri khas dari rumah adat Lampung. Rumah-rumah panggung ini juga menjadi daya tarik pariwisata lainnya di Lam-bar.

Rumah-rumah warga yang dipilih berupa rumah panggung yang menjadi ciri khas dari rumah adat Lampung. Rumah - rumah panggung ini juga menjadi daya tarik pariwisata lainnya di Lambar. Di desa ini, masih banyak ditemui rumah panggung yang keberadaannya kian langka di Lampung. 

Desa Lombok merupakan salah satu dari empat pekon  atau desa yang akan ditetapkan sebagai desa wisata. Tiga desa lainnya adalah Desa Tanjung Setia (tempat selancar, Desa Muara Tembulih (penangkaran penyu), dan Desa Kenali (rumah kuno).

Lampung Barat punya potensi luar biasa untuk wisata. Ada Batubrak tempat situs prasejarah, Kenali yang terdapat rumah adat berusia ratusan tahun, Danau Ranau, dan pantai sepanjang 210 km yang katanya ombaknya terbaik nomor tiga dunia, papar Mukhlis menjelaskan potensi besar wisata di Lambar.
Konsep desa wisata itu adalah salah satu upaya untuk mewujudkannya. Pemkab Lambar juga telah mengusulkan keempat desa itu agar mendapatkan anggaran stimulan dari pemerintah pusat. Dana ini antara lain untuk perbaikan infrastruktur pariwisata dan pengadaan perlengkapan alat-alat seni budaya warga setempat. Desa wisata ini juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan lambatnya investasi yang masuk.
By Unknown On 11:45 PM | Categorized As , | With 0 comments
Lampung mempunyai bermacam-macam makanan khas, yang tentunya tak diragukan lagi kenikmatanya. Contohnya saja SERUIT makanan khas provinsi lampung terbuat dari ikan yang digoreng atau dibakar kemudian dicampur sembel khas daerah lampung (sambel terasi), tempoyak (olahan durian) atau mangga dan ditambahkan lagi dengan lalapan. Ikan yang diolah tentunya ikan pilihan yaitu ikan yang mempunyai kwalitas terbaik. Jenis ikan yang digunakan untuk membuat SERUIT biasanya adalah jenis ikan sungai seperti ikan belide, ikan baung, dan ikan layis. 


Sedangkan minumannya adalah SERBAT. Terbuat dari olahan buah mangga kweni yang di serut kecil-kecil berbentuk panjang kemudian dicampur dengan air gula, susu kental dan es. Selain itu juga terdapat makanan khas lampung lainya seperti sambel lampung, lemdok (dodol), keripik pisang kapok, kerupuk kemplang dan manisan yang dapat dijumpai di toko-toko makanan dan oleh-oleh.
By Unknown On 10:40 PM | Categorized As | With 0 comments
Selain memiliki kain tenun tapis lampung juga memiliki kerajinan sulaman usus. Potensi pasar yang dimiliki sulaman usus sangatlah besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutra kecil-kecil tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya.

Sulaman usus, biasanya, dikerjakan ibu-ibu dan remaja putri. Kerajinan tersebut awalnya diperkenalkan masyarakat asli Lampung dan biasanya digunakan untuk pakaian wanita, kemeja pria, hiasan dinding hingga tempat tisu.

Dalam perkembangannya, sulaman model begitu banyak digunakan para desainer sebagai asesoris rancangan. Bahkan, pasarnya sudah termasuk 

id.indonesian-craft.com 
kelas ekonomi kelas atas. Kelebihannya, selain bentuk dan motifnya klasik, sulaman usus Lampung juga sangat halus. Tak heran bila sulaman itu banyak dicari pedagang, baik untuk pasar dalam negeri maupun mancanegara.

Namun saat ini kerajinan sulaman tersebut semakin sedikit yang menggeluti. Sebab, selain pengerjaannya rumit, membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk mengerjakannya. Sebagai contoh, untuk sebuah kebaya memerlukan waktu satu pekan perajutan.
By Unknown On 11:26 AM | Categorized As , | With 0 comments
Masakan khas masyarakat Lampung, didominasi menu yang berbau ikan dan sambal asam manis.

Beberapa jenis masakan khas Lampung tersebut diantaranya adalah Seruit. Biasanya masakan khas Lampung ini menggunakan ikan sebagai bahan utamanya.

Jenis ikan yang digunakan oleh masyarakat Lampung saat mengolah masakan Seruit antara lain, ikan belide, ikan sungai, ikan baung, dan ikan layis.

Pengolahan ikan pada masakan Seruit selain dengan proses digoreng bisa juga dengan cara dibakar, kemudian dicampur dengan sambal terasi atau dikenal dengan sambal Seruit.

Panganan pendamping yang cocok disandingkan dengan Seruit berupa lalap-lalapan yang terdiri dari petai, timun, kol, kemangi, tomat, bahkan lalapan jagung muda, pepaya serta adas.

Pengolahan sambal seruit, seperti layaknya pembuatan sambal terasi pada umumnya, namun yang menjadikan sambal tersebut unik yaitu campuran lain berupa potongan nanas, mangga asam dan durian.

Rasa sambal yang tercipta dari racikan sambal terasi dan tiga jenis buah-buahan tersebut, menghasilkan perpaduan rasa yang dahsyat, heummm you should try it...!